Ironisnya, bukan DA satu-satunya yang terkena imbas. Motor matic hitam dalam video itu—yang ternyata milik tetangga kontrakan bernama Pak RT—kini dijuluki "motor eksib" oleh warga sekitar. Pak RT mengaku kebingungan karena setiap kali memarkir motornya di warung, orang-orang selalu nyengir dan memfoto. Indo18, sebagai platform agregator konten lifestyle dan entertainment, kerap menjadi tempat pertama konten-konten "panas" beredar. Namun CEO Indo18, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa platform mereka tidak mendukung konten yang mengandung eksploitasi atau pelanggaran hukum.
Artikel ini adalah bagian dari liputan khusus Indo18 Lifestyle and Entertainment tentang tren konten viral di Indonesia. Baca juga: "Fenomena Eksib di Tempat Ibadah: Batas Akhir Kesopanan Digital" dan "Tips Aman Jadi Kreator Konten Tanpa Jadi Bullying Netizen." Ironisnya, bukan DA satu-satunya yang terkena imbas
"Ketika seseorang merasa anonim atau merasa bahwa kontennya akan cepat tenggelam, mereka cenderung melakukan perilaku yang tidak akan mereka lakukan di dunia nyata. Namun ironisnya, justru konten kontroversial seperti 'cewek eksib di motor halaman kontrakan' yang paling mudah viral karena melanggar norma publik," jelasnya. Baca juga: "Fenomena Eksib di Tempat Ibadah: Batas
Kepada para pembaca, terutama generasi muda yang ingin menjadi kreator konten: kreativitas tidak harus berbatas dengan ketelanjangan atau provokasi seksual. Halaman kontrakan Anda mungkin sempit, motor Anda mungkin biasa, namun integritas dan harga diri tidak bisa diganti dengan jumlah tayangan. Namun setelah video tersebut viral
Dr. Rina menambahkan bahwa lokasi "kontrakan" memainkan peran besar. "Kontrakan adalah ruang semi-publik. Perilaku eksibisionis yang biasanya terjadi di klub malam atau hotel bakal jauh lebih 'shocking' jika dilakukan di halaman kontrakan karena ada elemen kejutan dan kedekatan dengan realitas kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah." Meskipun pihak Indo18 Lifestyle and Entertainment telah menghapus video asli setelah mendapat laporan dari berbagai pihak, sejumlah salinan telah tersebar ke aplikasi pesan instan. Dampaknya terhadap subjek video, DA, cukup signifikan.
Namun setelah video tersebut viral, tuan rumah kontrakan meminta DA untuk mengosongkan rumah kontrakan dalam waktu 3 hari. "Bapak pemilik kontrakan malu katanya. Ini kontrakan keluarga, anak-anak kecil juga lihat," tambah B.