Namun, pengasuh baru itu juga menyadari bahwa perawatan pria tua tersebut tidak hanya tentang membersihkan luka-luka fisik, tetapi juga tentang memulihkan kondisi emosional dan mentalnya. Ia mulai memberikan terapi-terapi yang dapat membantu pria tua tersebut mengatasi rasa kesepian dan isolasi yang dialaminya.

Di Jepang, ada sebuah tempat pembuangan akhir yang dikenal sebagai Onosaka Yuika, yang terletak di wilayah tertentu dan berfungsi sebagai tempat untuk mengurus jenazah-jenazah yang tidak memiliki keluarga atau identitas. Namun, Onosaka Yuika juga memiliki peran lain yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat, yaitu sebagai tempat perawatan bagi para lansia yang tidak memiliki keluarga atau sumber daya untuk merawat diri mereka sendiri.

Seiring waktu, pengasuh baru itu mulai membangun hubungan yang erat dengan pria tua tersebut. Ia mendengarkan cerita-cerita pria tua tersebut tentang masa lalunya, tentang keluarganya, dan tentang impian-impian yang belum terwujud. Pria tua tersebut juga mulai membuka diri dan menerima perawatan yang diberikan oleh pengasuh baru itu.

Pengasuh baru itu langsung memulai pekerjaannya dengan membersihkan luka-luka terbuka di tubuh pria tua tersebut dan memberikan perawatan dasar untuk membersihkan dan memulihkan kondisi tubuhnya. Ia juga memberikan makanan yang seimbang dan bergizi untuk membantu meningkatkan kondisi fisik pria tua tersebut.